Friday, March 23, 2018

Faktor Penyebab dan Ciri-Ciri Anak Alergi Susu Sapi

Photo by Jelleke Vanooteghem on Unsplash
Apabila anda pernah memberikan susu sapi kepada bayi anda, lalu timbul kemerahan pada kulitnya atau gatal-gatal, bisa jadi bayi anda mengalami alergi terhadap susu sapi. Apabila timbul gejala setelah mengkonsumsi susu sapi, maka memang kemungkinan besar anak alergi susu sapi. Hal tersebut memang jarang terjadi, dan hanya dialami oleh 2% hingga 7% bayi di seluruh dunia. Alergi terjadi karena sistem daya tahan tubuh pada bayi bereaksi dengan adanya protein yang terdapat dalam susu sapi. Namun anda tidak perlu khawatir, karena sebagian besar bayi yang memiliki alergi terhadap susu sapi akan mengatasi alergi tersebut atau dalam kata lain alergi tersebut menghilang ketika sudah melewati umur 4 tahun. Hanya sebagian kecil saja alergi terhadap susu sapi pada bayi yang bertahan hingga dewasa.

Anak alergi susu sapi berbeda dengan anak yang intoleransi laksosa karena intoleransi laktosa tidak melibatkan sistem daya tahan tubuh. Pada alergi terhadap susu sapi, adanya kandungan protein tertentu seperti kasein dan whey menyebabkan munculnya reaksi alergi pada anak. Anak yang memiliki alergi terhadap susu sapi akan terlihat gejala alergi dalam hitungan menit setelah mengkonsumsi susu sapi hingga hitungan jam. Tidak perlu susu sapi murni, namun olahan produk susu sapi apapun yang mengandung kasein dan juga whey dapat menyebabkan alergi. Karena itulah anda sebagai orang tua harus berhati-hati sebelum memberikan makanan ataupun minuman kepada buah hati anda, selalu perhatikan gejala alergi setelah buah hati mengkonsumsi susu sapi dan produk olahannya.

Gejala alergi yang muncul berbeda-beda tergantung dari tingkat keparahannya dan individu masing-masing anak. Namun gejala yang langsung muncul setelah mengkonsumsi susu sapi adalah muntah, terdengar bunyi “ngik” ketika bernapas, rasa gatal di kulit, bengkak dan juga kulit menjadi kemerahan. Sedangkan gejala-gejala yang muncul beberapa jam setelah anak alergi susu sapi mengkonsumsi susu sapi adalah sebagai berikut.

  1. Diare
  2. Mencret
  3. Perut kram
  4. Batuk
  5. Mata berair
  6. Kulit terasa gatal terutama di daerah sekitar mulut
  7. Flu
  8. Rasa nyeri pada perut

Apabila gejala yang muncul sudah sangat parah, maka anak bisa mengalami syok anafilaktik. Syok anafilaktik merupakan suatu kondisi dimana anak akan merasa kesulitan untuk bernapas akibat alergi tersebut. Adanya penyumbatan pada saluran napas sehingga akan menghalangi udara keluar dan masuk ke paru-paru. Kondisi ini sangatlah berbahaya apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu apabila anak alergi susu sapi, anda harus selalu sedia obat-obatan yang dapat meringankan gejala alergi sehingga alergi tersebut tidak menjadi semakin parah.

Mengapa anak anda bisa mengalami alergi terhadap susu sapi? Seperti yang telah disebutkan secara singkat di atas bahwa alergi ada kaitannya dengan sistem daya tahan tubuh pada anak. Dimana sistem daya tahan tubuh akan menganggap protein dari susu sapi yang masuk ke dalam tubuh sebagai suatu zat berbahaya. Padahal zat tersebut bukanlah suatu zat yang berbahaya. Karena kesalahan dalam identifikasi zat tersebut, tubuh akan menghasilkan IgE (immunoglobulin E) yang merupakan antibodi untuk menangani alergi dari dalam tubuh. Sehingga ketika anak alergi susu sapi, saat susu sapi masuk ke dalam tubuh, IgE akan mengenali protein berbahaya tersebut dan akan memberikan sinyal ke tubuh sehingga tubuh akan mengeluarkan histamin dan senyawa kimia lainnya yang akan menimbulkan gejala-gejala alergi seperti gatal-gatal dan kulit kemerahan.

Ada beberapa resiko yang menyebabkan anak alergi susu sapi, berikut akan dijelaskan.

1.Riwayat keluarga

Apabila anak memiliki salah satu orang tua atau kedua orang tuanya yang memiliki alergi, makan anak memiliki potensi besar untuk memiliki alergi juga. 

2. Memiliki alergi terhadap hal lainnya

Biasanya anak yang memiliki alergi terhadap susu sapi juga memiliki alergi terhadap hal lainnya seperti debu, bulu hewan, serbuk sari dan lain sebagainya. 

3. Umur 

Alergi terhadap susu sapi biasanya lebih banyak menyerang anak-anak karena pada anak-anak sistem pencernaan dan organ tubuhnya belum dapat bekerja dengan optimal sehingga alergi mudah terjadi. Maka tak jarang alergi akan menghilang ketika anak beranjak dewasa karena sistem pencernaan dan organ tubuhnya sudah dapat berfungsi dengan baik.

Apabila anak alergi susu sapi, anda harus berhati-hati dan memberikan perhatian khusus terhadap anak karena anak akan memiliki potensi mengalami beberapa gangguan kesehatan lainnya seperti hay fever, alergi terhadap benda atau makanan lainnya. Namun harus anda pastikan dengan benar jika anak memang memiliki alergi terhadap susu sapi, bukan intoleransi laktosa. Karena untuk alergi susu sapi dan intoleransi laktosa memiliki penyebab yang berbeda sehingga penangananya pun berbeda. Apabila anda bingung, anda bisa berkonsultasi dengan dokter terdekat yang ada di kota anda.


EmoticonEmoticon