Rabu, 02 Agustus 2017

5 Hal Ini Harus Diperhatikan Sebelum Memesan Tiket Pesawat


5 Hal Ini Harus Diperhatikan Sebelum Memesan Tiket Pesawat

 Saat melihat diskon tiket pesawat, pasti kamu maunya beli buru-buru, terlebih lagi jika harga tiket pesawat tersebut menuju ke destinasi impian. Namun sebelum kamu membeli tiket pesawat, ada beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Smarter Travel, berikut ini lima hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan sebelum kamu memesan tiket, seperti saat memesan tiket pesawat online di www.reservasi.com.

1. Perhatikan lokasi bandara tujuan
Memang rada aneh sih, tapi ternyata banyak lho wisatawan yang membeli tiket ke bandara yang salah.

Maka dari itu sebelum booking, ada baiknya cari informasi dimana bandara mana yang akan kamu tuju. Jakarta saja punya dua bandara yang letaknya cukup berjauhan: Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur dan Soekarno-Hatta di Cengkareng.

Begitu pula dengan Bangkok, Thailand  yang memiliki dua bandara: Suvarnabhumi dan Don Mueang, dan juga Tokyo, Jepang yang memiliki dua bandara besar: Haneda dan Narita.
Pastikan kamu memilih bandara yang sesuai dengan destinasi tujuan. Jangan sampai kamu kelabakan mencari transportasi umum karena jarak dari bandara terlalu jauh ke penginapan.

2. Lamanya transit
Tak ada wisatawan yang ingin transit terlalu lama saat berada di sebuah bandara. Namun waktu transit yang terlalu sebentar juga harus dihindari lho.
Jika di bandara-bandara besar, seperti Kuala Lumpur International Airport (Malaysia), Dubai International Airport (Uni Emirat Arab), serta bandara besar lainnya paling tidak kamu hanya punya waktu transit 30 menit saja.

Maka dari itu, sebaiknya ambillah penerbangan dengan waktu transit minimal satu jam. Lebih aman apabila waktu transit kamu  sekitar 2-3 jam. Ini penting untuk berjaga-jaga apabila pesawat kamu terkena delay.

3. Perhatikan jenis maskapai
Maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) memang menyuguhkan harga tiket yang murah. Namun sebaiknya perhatikan juga ketentuan bagasi dan sesuaikan dengan barang bawaan kamu.
Jika kamu membawa banyak barang bawaan, ada baiknya kamu menunggu adanya promo dari maskapai full service. 

Namun jika kamu seorang backpacker yang tidak membawa banyak barang, LCC bisa jadi pilihan yang tepat.

4. Cek masa berlaku paspor
Ada baiknya sebelum booking tiket pesawat, seperti pesan tiket batik air, tiket garuda Indonesia, dan tiket maskapai penerbangan lainnya, kamu mengecek kembali masa berlaku paspor.
Biasanya wisatawan memesan tiket pesawat dari jauh-jauh hari, tanpa sadar masa berlaku paspornya sudah hampir habis.

Batas minimum masa berlaku paspor adalah enam bulan. Jika sudah mendekati enam bulan paspor expired, ada baiknya perpanjang terlebih dahulu sebelum kamu memesan tiket pesawat.

5. Jangan unggah foto tiket pesawat ke media sosial
Setelah mendapatkan tiket pesawat, sebaiknya kamu jangan memotret dan mengunggah tiket pesawat ke media sosial.Tindakan memotret dan mengunggahnya di media sosial adalah termasuk tindakan kejahatan.

Hal ini diungkapkan oleh Karstein Nohl dan Nemanja Nikodejevic, peneliti dari perusahaan keamanan Cyber Security Research Lab.

Dari penemuan tersebut, ditemukan bahwa penyebabnya karena ada celah keamanan dalam sistem yang digunakan untuk menangani booking penerbangan.

Seperti yang kita, ketahui jika setiap tiket pesawat memiliki kode booking yang tercetak dan tercatat dalam Global Distributed Systems (GDS).

Apa itu GDS? Global Distributed Systems (GDS) merupakan istilah untuk menyebut sistem yang mengelola booking penerbangan di seluruh dunia.

Jenis sistem GDS ada bermacam-macam, tetapi 90 persen penerbangan di dunia memakai sistem milik Amadeus, Sabre, dan Travelport.

Nah, menurut kedua peneliti, semua GDS dibuat dari sistem lama yang banyak dipakai pada era 70-an dan 80-an. 

Sistem lama itu tidak mengalami perubahan apapun, melainkan hanya disatukan dalam infrastruktur web modern dan memakai otentifikasi yang sama tuanya.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari PC Magazine, setiap kali penumpang memesan sebuah tiket, maka Global Distributed Systems (GDS) akan menandainya dengan kode enam digit. Kode tersebut juga dipakai sebagai kode booking, yang biasanya tercetak di tiket dan kertas penanda barang bawaan.

Nah, masalahnya kode enam digit tersebut juga berguna sebagai alat untuk mengakses informasi pribadi pemiliknya. 

Peretas cukup mencatat kode tersebut, lalu dengan cara tertentu akan bisa memakainya untuk menemukan data pribadi penumpang, seperti nomor kartu kredit, telepon, alamat, nama lengkap yang tersimpan di GDS.

Hal yang lebih parah, menurut Nohl dan Nikodejevic, peretas yang memiliki kode booking juga bisa memakainya untuk mengubah jadwal penerbangan tanpa diketahui atau membatalkan dan menukarnya dengan hal lain.

Mereka mengatakan, sistem GDS dan situs milik maskapai penerbangan biasanya tidak memiliki lapisan keamanan yang kuat. Akses menuju informasi pribadi penumpang bisa dilakukan dengan mudah, tanpa harus menggunakan identitas spesifik.

Sistem tidak membatasi berapa kali orang bisa melakukan pencarian identitas yang tersimpan di dalamnya. Sekali masuk, peretas juga bisa mengakses fitur pencarian identitas berulang kali, tanpa batas.

Gimana? Sekarang bisa bayangkan bukan bagaimana bahayanya bahayanya jika memotret tiket pesawat  dan mengunggahnya ke media sosial?

Nohl dan Nikodejevice mengatakan bahwa solusi untuk masalah ini sederhana, perusahaan cuma perlu keamanan cyber yang lebih baik. Misalnya, membuat akses ke riwayat penerbangan hanya bisa diakses alamat IP tertentu, lalu memasang captcha untuk menghalangi pembobolan.


EmoticonEmoticon